Aplikasi Bayar Tol Untuk Bertransaksi Virtual yang Lebih Praktis

Peluncuran sistem tol nirsentuh atau aplikasi bayar tol Cantas Multi Lane Free Flow (MLFF) masih menunggu persetujuan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Hal tersebut dijelaskan oleh Ali Rachmadi, Manajer Operasional dan Pemeliharaan Sekretariat BPJT Kementerian PUPR, dalam diskusi umum secara virtual tentang Implementasi Sistem Bayar Tol 7 Februari lalu.

Aplikasi Bayar Tol
unsplash.com

Mengenal Aplikasi Bayar Tol Cantas, Untuk Kemudahan Bertransaksi Anda

Pada 2023, Badan Pengatur Jalan Tol atau BPJT akan memperkenalkan sistem transaksi nirsentuh di jalan tol atau MLFF. Dengan sistem ini, pengguna jalan tol tidak perlu berhenti di pintu tol seperti yang biasa dilakukan saat ini.

Cantas adalah aplikasi pintar untuk mengimplementasikan sistem pembayaran jasa tol tanpa kontak langsung berdasarkan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF). MLFF menggunakan Global Navigation Satellite System (GNSS). Teknologi yang memungkinkan transaksi dilangsungkan memakai aplikasi di smartphone dan direkam melalui satelit.

Lebih Jauh Tentang Aplikasi Cantas

Aplikasi Cantas berbasis MLFF adalah inovasi baru untuk lalu lintas tol setelah e-payment. Teknologi ini didatangkan untuk membuat pembayaran tol menjadi lebih efisien. Sistem pembayaran tol elektronik akan segera digantikan oleh MLFF.

Sistem MLFF menghubungkan sistem eksisting operator pembayaran dengan aplikasi smartphone pengguna jalan tol. Oleh karena itu, kedepannya pengguna jalan tol harus mengunduh aplikasi bayar tol “Cantas” yang dapat ditemukan di Play Store dan App Store untuk dapat menggunakan teknologi tersebut.

Baca Juga :  5 Aplikasi Jual Beli Foto Online Hasilkan Keuntungan

Uji Coba Aplikasi Bayar Tol Cantas

Selama masa percobaan per Januari 2023, MLFF hanya diterapkan pada satu jalur atau jalur SLFF (Single Lane Free Flow). Jumlah ruas jalan tol akan ditambah sepanjang 2023, hingga seluruh jalan tol di Tanah Air pada akhir tahun depan.

Selama tahap uji coba, pengguna jalan tol wajib mengaktifkan aplikasi dan registrasi kendaraannya ke Cantas. Selain itu, pengguna tol Cantas harus terkoneksi dengan dompet elektronik dengan saldo yang mencukupi.

Untuk saat ini Cantas tersedia dalam dua versi, yaitu sebagai aplikasi smartphone dan versi website.

Cantas versi website ini ditujukan bagi pengguna jalan tol yang tidak menggunakan perangkat smartphone.

Pihak BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) juga menyediakan Road Ticket yang ditujukan bagi pengguna jalan tol yang tidak memakai smartphone. Road Ticket sendiri nantinya dapat digunakan dengan Cantas versi website.

Cara Kerja Cantas dan MLFF

Sederhananya, bagi pengguna yang hendak menggunakan fasilitas jalan tol harus mendaftarkan kendaraan yang digunakan terlebih dahulu. Lalu memasukkan rute dan jalur tol mana yang akan dilewati. Pengguna jalan harus membayar tarif yang tertera di aplikasi  bayar tol Cantas untuk dapat menggunakan fasilitas tersebut.

Baca Juga :  5 Aplikasi Foto Bokeh, Editing Menjadi Semakin Mudah

Saat melintasi jalan tol, RITS mencatat nomor plat kendaraan yang telah didaftarkan secara otomatis, didukung dengan teknologi kamera ANPR. Kamera tersebut dipasang pada portal yang nantinya bisa ditemukan di sepanjang jalan tol.

Kelemahan dan Antisipasi

Meski kamera ANPR sudah terpasang di sepanjang jalan tol, persentase potensi pelanggaran pengguna jalan tol akan tetap ada. Pasalnya, saldo di e-wallet pengguna jalan tol yang sudah mendaftar Cantas bisa jadi tidak mencukupi.

Dalam kondisi tersebut, peran teknologi RITS akan bekerja. RITS akan memberi peringatan pada pengguna jalan supaya segera melakukan pembayaran. Jika pengguna jalan tersebut tidak membayar dalam waktu 2 jam sejak peringatan, polisi akan mengirimkan denda ke rumah pengguna jalan. BPJT juga menjamin bahwa indikator kinerja dari teknologi RITS sudah sangat bagus, yakni berkisar di angka 99%.

Angka tersebut diyakini cukup untuk menjamin bahwa teknologi yang diadopsi ini mampu menanggulangi pengguna yang berniat melanggar bahkan tidak membayar. Hingga kini aplikasi bayar tol Cantas dan teknologi terkait akan terus dikembangkan supaya semakin canggih dengan harapan tingkat error dapat diminimalisir hingga 0%. Sehingga baik pemerintah dan pengguna akan merasakan aman dan nyaman ketika menggunakan fasilitas di jalan tol.